Minggu, 01 Juli 2012

Kepingan Hati


Kubilang, rasa yang saat ini merayapi hatiku sangat amat membuatku tersiksa. Kubilang, gejolak yang berdebur keras di relung hatiku terlalu sakit tiap kali mata ini menatapmu berdiri seorang diri. Kubilang, degup jantung yang selalu lebih cepat berpacu setiap ada kamu begitu menggangguku dan membuatku serasa jauh darimu. Dan semua itu mengharuskanku memutar otak lebih cepat, mengharuskanku membuka telinga lebih lebar untuk mendengar celotehan hati ini, bahwa dia butuh penyembuh, bahwa hati ini butuh kamu, butuh hadirmu. Tetapi, dunia berujar pada hatiku, bahwa aku harus mulai menjauhkan hatiku dari dirimu, dari hatimu. Karena kita seperti 2 kutub magnet yang saling tolak menolak. Selamanya, kita tak akan pernah bisa sama dan searah, kamu dan aku, langit dan bumi yang berjalan sendiri-sendiri. Sampai kapan pun, kita akan tetap begitu, bila kamu selalu membuatnya seperti itu.


Dan hari ini, masih dengan berlinang air mata aku bertanya pasrah "Haruskah aku menunggumu? Haruskah aku biarkan hati ini dihujani sakit yang jauh lebih dalam? Kamu tahu, sebilur luka saja sudah mampu menjadikan hatiku hancur berkeping-keping. Tetapi.. nyatanya, kamu sama sekali tak memahami semua itu. Karena kamu, karena hatimu, sudah terenggut oleh sesuatu yang kamu sebut cinta. Karena matamu, sudah buta oleh sebuah kata yang disebut cinta. Padahal sejatinya, rasa yang kamu beri padanya, hanya sebatas suka yang tak lebih dari cinta. Karena cinta sesungguhnya, bukan karena kamu menyayanginya, tetapi karena kamu rela terluka hanya untuknya."


-Sekali lagi maaf dan terima kasih


2 komentar:

Adang N M I mengatakan...

masih dengan untaian kata-kata indahnya,,,
selamat malam

salam bahagia selalu

Annisa Nayla (Annisa Nur Illahi) mengatakan...

=D


hehe..
terima kasih..
salam bahagia juga..

Poskan Komentar

 

Template by Best Web Hosting