Kamis, 31 Mei 2012

Cyberbullying





Cyberbullying adalah praktik pelecehan, penyiksaan, ancaman, penghinaan, mempermalukan seorang yang masih anak-anak, pra-remaja atau remaja dengan menggunakan media internet, teknologi digital atau telepon genggam. Jika perlakuan ini melibatkan orang dewasa maka disebut sebagai cyberstalking atau “adult cyber-harrasment” bukan cyberbullying.
Ada dua cara dalam melakukan cyberbullying yakni menyerang secara langsung dengan cara  mengirim pesan kepada korban dan yang kedua adalah menggunakan proxy. Bentuk kedua ini lebih berbahaya karena dilakukan dengan cara menggunakan orang lain untuk menyerang korbannya serta terkadang melibatkan orang dewasa.
Pada umumnya anak-anak melakukan ini didasari oleh kemarahan, balas dendam atau rasa frustasi. Terkadang mereka melakukan ini hanya untuk bercanda atau karena mereka bosan dan memiliki banyak waktu untuk bermain-main dengan perangkat digital mereka. Beberapa dari mereka juga melakukan ini secara tidak sengaja atau untuk mencari kesenangan semata dan melihat respon anak lainnya. Menurut data dari survey yang dilakukan I-safe.org terhadap 1500 orang siswa antara kelas 4 sampai kelas 8 yang dipublikasikan oleh ABCNews pada bulan September tahun 2006 terdapat :
-42% dari anak-anak telah menjadi korban cyberbullying. Satu dari empat orang itu bahkan mengalami lebih dari satu kali
-35% dari anak-anak telah diancam secara online. Bahkan satu dari lima anak mengalami hal ini lebih dari satu kali.
-21% dari anak-anak telah menerima pesan atau email yang berisi kata-kata kasar.
-58% dari anak-anak mengakui seseorang berkata kasar atau menyakitkan secara online. Lebih dari empat dalam sepuluh anak menyatakan hal ini telah terjadi lebih dari sekali.
-58% dari korban tidak pernah memberitahu orang tuanya atau orang dewasa mengenai apa yang terjadi pada korban.
Menjadi seorang korban cyberbullying merupakan pengalaman yang kurang menyenangkan. Beberapa remaja yang melakukan cyberbullying akan melakukan hal berikut ini.
1. Berpura-pura mereka adalah orang lain untuk menjebak korban.
2. Menyebarkan kebohongan dan rumor tentang korban.
3. Menjebak korban dengan cara menyingkapkan informasi pribadi korban.
4. Mengirim atau menyebarkan pesan yang kasar.
5. Mempublikasikan gambar korban tanpa seijin korban.
Bahkan 81 persen dari remaja pelaku cyberbullying merasa hal ini menyenangkan.
Ada beberapa tindakan yang perlu diambil seorang remaja jika dia menjadi salah satu korban cyberbullying. Tindakan itu antara lain :
1. menutup seluruh jalur komunikasi dengan cyberbullying.
2. Menghapus pesan tanpa membaca pesan tsb.
3. Memberitahukan kepada seorang teman tentang cyberbullying tsb.
4. Melaporkan masalah tersebut kepada internet service provider atau moderator situs yang bersangkutan.
Beberapa remaja juga menemukan beberapa tindakan yang perlu diambil untuk menghindari cyberbullying, diantaranya :
1. Menolak untuk melanjutkan pengiriman pesan cyberbullying.
2. Mengatakan kepada teman mereka untuk menghentikan cyberbullying.
3. Menutup jalur komunikasi dengan pelaku cyberbullying.
4. Melaporkan tindakan cyberbullying tsb kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.
Setiap orang dapat mengambil bagian untuk menghindari cyberbullying dengan cara :
1. Membicarakan dengan murid, guru, staf administrasi sekolah untuk membuat peraturan menentang cyberbullying.
2. Meningkatkan kewaspadaan tentang masalah cyberbullying kepada komunitas setempat dengan membangun fasilitator pencegahan hal ini atau melalui penyebaran brosur.
3. Membagi pesan anti-cyberbullying kepada orang terdekat.
Tindakan lain yang perlu dilakukan untuk tetap merasa aman atau cyber-safe adalah :
1. Jangan pernah mempublikasikan informasi pribadi  secara online ( termasuk nama lengkap, alamat, nomor telepon, nama orangtua, nomor kartu kredit atau nomor identitas yang lain) atau informasi pribadi teman.
2. Jangan pernah memberitahu kata kunci kepada orang lain selain orang tua.
3. Jangan bertemu secara langsung atau bertatap muka dengan orang yang hanya dikenal melalui situs online.
4. Beritahu orang tua tentang apa yang dikerjakan saat online.
Pada dasarnya perangkat digital yang digunakan akan memberi manfaat bagi penggunanya bahkan orang lain jika didasari dengan pengertian yang benar dan tanggung jawab tentang penggunaan perangkat digital tersebut. Mulailah memberi pengertian kepada anak-anak bagaimana memanfaatkan perangkat digital mereka dengan benar dan bertanggungjawab untuk menghindari cyberbullying ini.


STOP CYBERBULLYING NOW!!!




0 komentar:

Poskan Komentar

 

Template by Best Web Hosting