Sabtu, 30 Juni 2012

Aku tak Rapuh

Dan malam ini, aku berusaha mengais sunyi di tengah malam yang kian mengelam. Dalam balutan kebisuan, aku masih menunggu senyummu hadir di tengah kepalsuan yang menyergapmu kala itu. Aku tahu, kamu tak benar-benar menghapus memori akan diriku, kamu hanya mematikan diriku sesaat dalam benakmu. Tetapi, gurat wajahmu selalu berusaha menepis isi hatimu, menganggap semuanya sudah berakhir dan tak akan bisa lagi hadir dalam hidupmu.
Jujur aku menyerah. Menyerah untuk terus menganggapmu ada dalam hidupku. Malam ini, sekali lagi, aku kepalkan tangan seraya berseru dalam diam. "Aku, mampu hidup tanpamu, aku mampu!"
Namun, segenap rasa yang terlanjur mengendap dalam hati ini, berteriak padaku, "Kamu tak mampu, tak mampu! Tak akan pernah mampu!"
Dada ini teramat sakit. Entah apa yang membuatku begitu. Kamu, mungkinkah karena kamu? Aku lelah, menyerah, putus asa. Biarkan saja semua ini terus bersarang dalam diriku. Membuat diriku kian merapuh. Karena kamu, aku begitu, karena kamu, sudah merubah arus hidupku, menenggelamkanku dalam duka, namun tanpa sadar kamu sudah memimbingku menuju kemenangan. Karena kamu, aku belajar satu hal, bahwa, Kamu bukan segalanya bagiku, bukan segalanya untukku.


-terima kasih dan maaf karena kembali mencantumkan kamu

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Template by Best Web Hosting