Sabtu, 21 April 2012

Pilu?

Pilu?

Semua memang terlambat, begitu terlambat, hingga aku baru menyadari perihnya seperti ini.
Semua yang kulakukan terasa begitu hampa dan tak berguna. semua senyum itu... sudah pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun padaku. meninggalkanku tersudut bersama sisi diriku yang hampir lenyap. aku.. bahkan tak pernah mengerti siapa aku ini dan untuk apa aku tetap berdiri disini. meski aku merintih, menangis tiada henti, tak akan pernah ada yang ingin menyeka bulir yang mengalir di sela pipiku. meski dunia ini hampir banjir, digenangi air mata pilu dariku, tak akan ada seorang pun yang kan menghentikan tangisku. 
Aku? siapa aku? orang yang hebat? Ahh..
Aku yang dulu? aku yang sekarang?
kali ini aku benar tersadar dari tidur panjang, bahwa sudah saatnya aku melangkah. meniti jalan baru yang terang benderang, dengan lebih dalam menatap ke depan dan bukan lagi ke belakang. aku tak butuh lagi senyum itu, yang aku butuh hanya tiupan semangat dari hatimu, walau tak dibibirmu, hanya di hatimu, aku sudah sangat kokoh, begitu kokoh dan terlalu kokoh untuk bisa tetap berdiri. 
meski semua ini terlambat, aku janji, aku akan menjadi diriku yang lebih berarti di matamu.dan di mata seluruh orang yang pernah memandangku sebelah mata. aku akan memberikanmu senyumku, meski kau tak pernah membalas senyum itu, jika aku kelak berevolusi menjadi orang yang kau mau. Tunggu aku. Tutup matamu, buka lebar pendengaranmu, maka kau akan mendengar teriakan semangat dalam hatiku yang bergejolak. Kau tahu, waktu pasti terus berjalan, begitu pula darahku yang akan terus mengalir. seiring dengan semua itu, kau akan tercengang mengenal diriku yang baru, meski dulu kau bahkan tak pernah tahu siapa aku dan untuk apa aku menngganggu harimu. Esok, aku akan bertandang ke hidupmu bukan sebagai pengganggu, tapi sebagai pelangi yang mengisi harimu...

Dont give up to face the day.. yeah,  although you dont know who am i, one day, you will be shock with MY NEW LIFE..  

^_^ aku tak pernah menyesal kau pernah datang di hidupku, karena sesungguhnya semua itu membuatku tersadar bahwa hidup itu terlalu berharga untuk diratapi.. Thank you and I am sorry..

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Template by Best Web Hosting