Senin, 02 Februari 2015

Hukum Alam

       


        Entah hal apa yang mendasariku membuka blog lamaku ini. Mungkin seekor nyamuk yang dengan sengaja kubunuh dapat menjawabnya, setidaknya sebelum aku menyesal telah membunuhnya.

        "Setiap individu punya hak sejak ia dilahirkan."

        Kuperhatikan seekor nyamuk tak bernyawa di ujung jariku. Sekejap otakku bereaksi. Memberikan empati berlebih pada seekor nyamuk disana. Menyesal karena berpikir telah merenggut haknya untuk hidup.

        Nyamuk, salahkah ia untuk tetap berusaha mempertahankan hidupnya? Lantas, kenapa kita harus membunuh mereka? Membiarkan hewan yang sama-sama bernyawanya seperti kucing leluasa hidup, namun meniadakan hama seperti serangga?

        Jadi, hak bukanlah hal yang bisa mereka dapatkan seperti hewan lainnya. Adilkah itu? Bagaimana dengan manusia? Adakah manusia yang bergelar hama?

        Mungkin. Sama seperti kalian. Seseorang yang selalu dianggap perebut kisah seseorang. Aku panggil kalian pengagum rahasia. Semacam seseorang yang setara dengan CIA atau FBI yang gemar mematai-matai? Anggap saja begitu jika itu membuatmu merasa terhormat. Karena bagiku, pekerjaan semacam itu merupakan pekerjaan yang amat sangat terhormat.

        Hanya pengagum rahasialah yang mampu menahan beban teramat berat. Ya, luka. Luka yang dapat membunuhmu tanpa pernah kamu sadari itu.
       
        Aku kembali pada seekor nyamuk di ujung jemari. Membandingkannya dengan mencintai dalam diam.

        Salahkah jika seekor nyamuk menuntut haknya untuk hidup? Lalu, tujuan mereka ada hanya untuk dibunuh pada akhirnya?

        Sama seperti pengagum rahasia. Ketika seseorang yang kalian kagumi telah mengurung hatinya untuk seorang saja, salahkah kalian menganggu mereka? Itu hakmu. Mendapatkan kebahagiaan adalah tujuan kalian, tak lebih. Atau, sama seperti nyamuk yang pada akhirnya mengalah pada hukum alam? Hukum yang membuat kalian hanya mampu mendoakan?

        Tidak. Seorang pengagum rahasia tidak kenal makna dari hukum alam yang selalu menyudutkan. Hukum alam, hanya berlaku bagi siapa pun yang sengaja menerimanya. Seperti ikan yang selalu dimangsa Elang, tak semua ikan selemah itu. Kita mengenal Piranha, dan semua hewan takluk pada mereka.

        Sama seperti pengagum rahasia yang terus berusaha. Jadilah 1 diantara 1000.

-Abaikan-

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Template by Best Web Hosting