Selasa, 20 November 2012

Menyergah Waktu

Waktu kian merangkak. Sementara aku masih terpaku pada ketidakmampuanku. Pada kebimbangan yang melanda benak ini. Waktu bak pak tua dengan bandul jam lusuhnya tersenyum padaku angkuh. Waktu seolah menghimpit dunia ini menjadi sekecil kuku. Dan.. mungkin saja aku sudah berada di ujung, berada di ambang batas yang terbentang.
Aku menengok ke belakang, melihat waktu yang dulu. Betapa besar kesalahan yang telah aku buat. Menghambur waktu, seolah masih ada esok yang akan ku emban. Kurasa, kini aku kembali berpijak setelah sekian lama melayang tanpa batas dan tiada arah. Kurasa nyawaku kembali ke raga, setelah sebelumnya menjelajah dunia yang fana.
Inikah aku yang kumau? Menatap lurus setitik cahaya dan berharap cahaya itu akan melebar. Berharap cahaya itu kelak akan menabiri tubuhku. Menerangi langkah yang tak luput dari goncangan.
Dan kupikir, meski waktu sempat mengambil alih diriku, aku harus bisa lepas darinya, menyergahnya. Menanggalkannya dalam kenangan yang hanya perlu aku simpan. Bukan aku tangiskan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Template by Best Web Hosting