Senin, 28 Januari 2013

Petikan Hujan

Pulang sekolah, sang cakrawala telah beriring kelabu dengan gurat kelam tanpa adanya biru. Entah di mana dan kemana sang mentari pergi, hingga di atas sana tak ada secercah cahaya pun yang terpancar. Mungkinkah mentari hanya lelah karena semua manusia mecercanya dengan kata penuh amarah. Karena mentari selalu menyiratkan panas yang membuat semua keluhan itu muncul. 
Kini, hujan telah datang. Menggantikan senyuman cemerlang dari mentari dengan titik-titik embun yang menggantung di sudut dedaunan. Kau dapat mendengar melodi rintih yang mengingatkanmu pada perih. Pada situasi di mana kamu pernah merasa sendiri. Dan itulah yang dilakukan hujan.
Hujan seolah membawa pesan dari langit padamu. Menyuruhmu mengungkit kembali memori-memori pedih. Hujan menyeretmu kembali ke masa dirimu dulu. 
Ketika hujan datang, dengarkan mereka menyebut asmamu. Rasakan mereka tengah berusaha menggapai duniamu. 
Bahwa hujan hanya ingin mendendangkan nyanyiannya dalam bentuk petikan hujan. Melodi tak pasti yang menyiratkan arti. Arti yang hanya kamu dan hujan itu sendiri yang mengetahui...

Jumat, 18 Januari 2013

No Title

Mengarungi waktu yang tak tentu, seperti meniti tali tanpa alas kaki. Jika pelangi baru kembali esok hari, setelah badai dan petir menyambar, akankah ada cahaya di tengah hujan yang terus berjatuhan?
Pernahkah kau perhatikan senja yang terkadang seolah membisikkan sesuatu kepadamu?





2013.01.18

Senin, 14 Januari 2013

9001

Langit di atas kepalaku memandangku kelabu. Suasana pulau Bali kali ini, berbeda dari hari lainnya, karena ini minggu kedua dibulan Januari yang kaya akan hujan. Aku sadar itu. Berharap akan ada mentari yang terbenam di ujung lautan, mungkin harapanku terlalu terbentang.
Setidaknya, kenangan akan Bali tak seluruhnya datar. Ada segelintir kenangan tak terlupakan yang tertorehkan. Kenangan tentang senyuman dan keindahan. Ialah 9001. Begitulah caraku memanggilnya. Mengenalnya. Mengingat sosoknya.
Jika waktu benar-benar telah menjamah duniaku begitu dalam, seharusnya aku sadar, bahwa 9001 terlalu cepat untuk membuatku melupakan dunia fana. Membuatku tenggelam dalam kekaguman yang tak tergambarkan.
Ah, mengapa kita bertemu jika akhirnya terpisahkan? Mengapa aku mengingat senyummu jika pada akhirnya aku tak dapat melihat ukiran senyuman itu lagi suatu saat?
DK 9001 HO. Apa yang spesial dari semua itu?
Hari itu, dengan tak ada semangat yang tertera, aku melangkah bak manusia tak punya nyawa. Melihat pertunjukkan barong? Jelas hanya akan membuatku menguap tanpa mengerti alur ceritanya.
Aku dan tiga sahabatku duduk di salah satu bangku yang berada di tengah. Sejenak napasku menghela. Dalam diam aku bergumam, "apa yang menarik?"
Beberapa turis mulai memasuki ruang, bersamaan dengan dentingan gamelan yang membahana. Tak lama, pertunjukkan dimulai. Ada manusia menjelma menjadi harimau yang keluar, monyet, dan sebagainya, yang jelas aku sama sekali tak mengerti alur cerita.
Beberapa menit berselang, satu persatu siswa berseragam batik datang. Wajah mereka seperti wajah sunda, karena berkulit putih bersih. Hingga akhirnya perhatianku tersedot pada sosok tinggi berkamera. Ia ada di sana. Di sebelah tiang membawa kamera dan membidik beberapa kali posisi.
Wajahku menghadap ke pertunjukkan, tetapi mataku berkelana mencari sosok itu. Mencari ia mengulum senyum disela pertunjukkan. Ya, ia di sana. Tertawa. Bebas. Lepas.
Usai pertunjukkan, semua keluar ruangan. Namun aku tetap menantikan. Menanti aku bisa berpapasan dengan sosok bersenyuman menawan.
Beberapa kerikil membuat langkahku terseok ketika keluar ruangan untuk menuju bis, hingga akhirnya sosok itu muncul. Membawa kamera dan terus tersenyum ramah, meski kutahu itu bukan untukku. Kamu masuk ke bis berplat nomor DK 9001 HO dan di luar kepala aku bisa mengingatnya. Mematrinya. Memberi namamu sesuai nama bis itu.
Aku tidak tahu rasa apa ini, yang jelas aku merindukan 9001. Merindukan senyum itu. Hingga senja bertolak, aku tak dapat mengelak. Melihat burung berterbangan pulang, benakku melayang. Ah, apa kamu juga memandang burung yang terbang, mengatakan betapa indahnya mereka di sana. Bersama, mengarungi langit senja yang megah.
Mengingat 9001 membuatku merasa berharga pernah meniti kaki di Bali. Bahwa Bali memang pulau yang luar biasa. Apa saja bisa terjadi di sana. Termasuk jatuh cinta.
Dan meski aku tak tahu di mana 9001, aku akan selalu menunggu. Menanti sesuatu terjadi di tengah senja hingga akhirnya senyum itu datang dengan tangan terbuka. Berkata bahwa Balilah yang menyatukan kita...

Sabtu, 29 Desember 2012

Lomba Menulis dan Menggambar Untuk Pelajar SD, SMP, dan SMA Tahun 2013 Oleh Tupperware Indonesia


Lomba Menulis dan Gambar Tupperware 2013

“Kami Bisa Bersekolah Lagi karena Cerita dan Gambarmu.”
Bantulah Teman-temanmu!
Ikuti lomba mengarang dan menggambar!
Dengan mengirimkan karyamu (mengarang atau menggambar), berarti kamu telah menolong teman-temanmu yang kurang beruntung untuk bisa sekolah lagi. Setiap 1 karya yang kamu kirimkan, Tupperware Indonesia akan menyumbangkan Rp10.000,- atas nama kamu ke program Tupperware Children’s Fund. Kamu juga boleh mengirimkan lebih dari satu karya. Jadi, semakin banyak kamu berkarya, semakin banyak juga teman-teman yang akan kamu tolong dan bisa sekolah lagi.

Tema Cerita dan Gambar:
“Sayangilah Bumi”
Dewan Juri Lomba Mengarang:
Arswendo Atmowiloto, Helvy Tiana Rosa, Ali Muakhir, Shahnaz Haque, Perwakilan Tupperware
Dewan Juri Lomba Menggambar:
Butet Kertaredjasa, Wicaksono Adi, Nashir Setiawan, Kana, Perwakilan Tupperware

Hadiahnya seru lho:
Juara 1
Rp 5.000.000,- + Laptop + Piagam dan produk Tupperware
Juara 2
Rp 3.000.000,- + Laptop + Piagam dan produk Tupperware
Juara 3
Rp 2.000.000,- + Laptop + Piagam dan produk Tupperware
Dan banyak hadiah kejutan lainnya!


Persyaratan:
1. Lomba terbuka untuk siswa/siswi setingkat SD, SMP & SMU seluruh Indonesia tanpa dipungut biaya apapun.
2. Peserta dibagi dalam 3 kategori: Kode A: SD, Kode B: SMP, Kode C: SMU. Tulis Kode di kiri atas amplop. Contoh: KODE A/Mengarang atau KODE A/Menggambar.
3. Bersifat perorangan, hasil karya sendiri dan belum pernah diikut sertakan dalam lomba atau dipublikasikan.
4. Syarat penulisan bebas, tidak dibatasi halaman maupun cara penulisan. Bisa dengan tulis tangan, ketik manual ataupun dengan pengetikan komputer.
5. Kertas dan alat gambar lainnya untuk lomba menggambar bersifat bebas, namun tidak boleh menggunakan komputer.
6. Cantumkan nama lengkap, kelas, usia, nama sekolah, alamat rumah, alamat sekolah, alamat email (bila ada) dan Nomor telepon yang bisa dihubungi.
7. Karya dimasukkan ke dalam amplop dan dikirim ke: PT Tupperware Indonesia, Gedung Graha Irama Lt. 2, Suite 2G-2H, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 1-2, Jakarta 12950 atau email ke: customer@tupperware.com
8. Karya paling lambat diterima panitia tanggal 15 Maret 2013.
9. Karya yang diterima akan menjadi hak milik panitia dan tidak akan dikembalikan.
10. Panitia berhak mempublikasikan hasil karya peserta/pemenang di media massa dan atau di media promosi Tupperware lainnya.
11. Nama pemenang akan diumumkan melalui website 
www.tupperware.co.id dan akan dihubungi secara resmi via surat dan telepon akhir April 2013.
12. Tidak ada surat menyurat dalam proses penjurian. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

PT Tupperware Indonesia
Call: 021.526.1475 SMS: 0811.814.698 (Senin-Jumat 08.00-18.00)
www.tupperware.co.id
Facebook: Tupperware Indonesia
Twitter: @TupperwareID


Sekilas Children Helping Children
Program Tupperware Children Helping Children (CHC) merupakan salah satu kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) Tupperware Indonesia. Program ini menjadi bagian dari Program Tupperware Children’s Fund yang mengusung visi Tupperware, Caring & Sharing - saling membantu dan berbagi.
Kegiatan program ini adalah lomba menulis dan menggambar. Untuk setiap karya yang diterima, Tupperware Indonesia, atas nama mereka akan menyumbangkan Rp 10.000,- untuk disalurkan melalui sekolah, komunitas atau yayasan yang mendukung pendidikan anak-anak yang kurang beruntung seperti anak-anak jalanan dan yang terkena bencana alam.
Tahun 2012, 43.158 anak di seluruh Indonesia telah mengirimkan karya cerita dan gambar terbaiknya. Ini berarti, anak-anak tersebut telah menyumbangkan Rp 431.580.000,00 yang akan disampaikan kepada 21 yayasan atau sekolah yang peduli terhadap pendidikan anak-anak yang kurang beruntung di wilayah Indonesia.
Sejak program CHC digulirkan sejak tahun 2005, program ini telah merangkul lebih dari 130 ribu anak untuk berpartisipasi dengan memberikan total sumbangan lebih dari Rp 1.3 Milyar kepada anak-anak yang kurang beruntung. Selain itu program ini pun membukukan karya-karya para pemenang menjadi 7 edisi bacaan inspiratif dan menghibur.
Ayo anak Indonesia, tunjukkan kepedulianmu kepada ibu pertiwi dan juga teman-temanmu yang kurang beruntung dengan mengikuti Lomba CHC, agar semakin banyak temanmu yangbisa bersekolah lagi.

 

Template by Best Web Hosting