Tampilkan postingan dengan label Confused. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Confused. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2013

[Cerita Bersambung] Kosong Dalam Kubangan Kebahagian

Tidak. Aku tidak benar benar bangga dan bahagia bisa berada disatu sekolah yang sama denganmu. Tidak setelah aku tahu siapa bidadari itu.
Rencana Tuhan terkadang terlalu memojokkan. Dan aku yang harus menanggung beban. Dari sekian banyak kelas, akulah yang kini menempati kelasmu dulu. Bersedih sendiri ketika semua tertawa bahagia. Merasa kosong di tengah jiwa-jiwa yang tengah berbunga.
Ini lucu, tapi tidak membuatku tertawa. Apa takdir hanya seujung kuku? Dan kebetulan kita bertemu pada satu titik tumpu yang sama?
Melihat namamu dan nama gadis itu di papan tulis, membuat luka lama yang jauh lebih membunuh. Ini caramu menunjukkan kekuatan cinta? Berkata pada dunia bahwa ada malaikat dari surga yang menjagamu. 
Ini cukup untukku menyadari sesuatu yang harusnya sudah sejak dulu kusadari. 
Tapi, apa ini cukup untukmu mengakhiri sakit yang terus kau jatuhkan padaku? Apa tak ada kata lelah bagimu memberiku luka luka yang kelak akan bertambah parah?

Bahkan jika kisah ini bukan untukku, setidaknya aku bersyukur, aku pernah mengenalmu. 


Kosong Dalam Kubangan Kebahagiaan
-Annisa-
19.07.13

Senin, 28 Januari 2013

Petikan Hujan

Pulang sekolah, sang cakrawala telah beriring kelabu dengan gurat kelam tanpa adanya biru. Entah di mana dan kemana sang mentari pergi, hingga di atas sana tak ada secercah cahaya pun yang terpancar. Mungkinkah mentari hanya lelah karena semua manusia mecercanya dengan kata penuh amarah. Karena mentari selalu menyiratkan panas yang membuat semua keluhan itu muncul. 
Kini, hujan telah datang. Menggantikan senyuman cemerlang dari mentari dengan titik-titik embun yang menggantung di sudut dedaunan. Kau dapat mendengar melodi rintih yang mengingatkanmu pada perih. Pada situasi di mana kamu pernah merasa sendiri. Dan itulah yang dilakukan hujan.
Hujan seolah membawa pesan dari langit padamu. Menyuruhmu mengungkit kembali memori-memori pedih. Hujan menyeretmu kembali ke masa dirimu dulu. 
Ketika hujan datang, dengarkan mereka menyebut asmamu. Rasakan mereka tengah berusaha menggapai duniamu. 
Bahwa hujan hanya ingin mendendangkan nyanyiannya dalam bentuk petikan hujan. Melodi tak pasti yang menyiratkan arti. Arti yang hanya kamu dan hujan itu sendiri yang mengetahui...

Rabu, 29 Agustus 2012

Untuk Kamu..

Semua yang dimulai, pasti akan diakhiri..
Nikmati sampai rasa itu perlahan pergi
Biarkan hari ini diisi oleh indahnya warna yang dia beri
Karena mungkin esok tak ada lagi dia di sisi
Biarkan rasa itu tumbuh dengan liar
Sebelum akhirnya kamu harus meranggas perasaan itu hingga ke akar
Biarkan rasamu mekar
Karena mau tak mau, kamu akan menggugurkan rasa itu kelak 
Jalani, dan biarkan waktu yang menuntunmu beranjak dari perasaan yang kini menyelimutimu
Nikmati, hingga perasaan itu pergi sendiri
Karena esok, mentari mungkin kan bersmbunyi
Dan perih yang akan mengisi harimu
Memaksamu untuk menganggap semua hanya angin lalu
Yang pasti akan pergi, tanpa pernah kembali lagi


~for someone, trust me nothing hurts could happened, because you had Me~

Selasa, 07 Agustus 2012

Mengukir Rasa #Special '-'

Tetesan peluh membanjiri tubuhku yang terbalut pakaian olahraga. Sekuat tenaga aku berusaha berlari meski tubuh ini berkata tak bisa. Kurang setengah putaran lagi aku mencapai garis finish, namun, kedua kakiku serasa mati. Aku menyerah dan pasrah. 2 kilometer bukan jarak yang pendek bila aku harus mengitarinya hingga tiga kali. Seketika, aku merasa nyawaku pergi entah kemana. Napasku terengah. Kurasa, pelajaran olahraga kali ini, tak akan pernah menjadi lebih baik semenjak hari itu. Kuingat saat itu, ketika tubuhku butuh pertolongan, kamu datang. Kamu hadir meski kamu tahu, ini bukan saat yang tepat.
"Nay, kamu nggak papa?"
Aku menengadahkan kepala ketika menatap matamu yang beberapa senti di atasku. Kamu mengukir senyum yang mungkin mampu membuat seseorang pingsan.
"Eh, nggak. Aku masih kuat, kok."
"Yakin?" Kamu mengerutkan kening ragu.
Kuanggukkan kepala. Namun, perasaan risaumu tak sedikitpun goyah. "Kalau gitu, kita lari bareng. Takutnya, kalau kamu kenapa-napa, ada aku yang langsung nolongin. Nggak lucu kalau kamu pingsan di tengah jalan."
"Kamu ngelawak?" Jawabku asal.
Kamu menekuk kening kembali. "Menurut kamu?"
Aku tersenyum tanpa sadar. "Nay, ayo buruan! Kejar kalau bisa!" aku tersadar dan mulai mengikuti arus larimu. Dan mulai saat itu, aku tahu, aku sadar, kamu, adalah hidupku, semangatku.

Aku merasa sendiri. Tak adanya dirimu, sama seperti hilangnya setengah debit napasku. Aku kian terengah tanpa adanya senyum penyemangat darimu yang indah. Hari ini, akan menjadi hari yang perih. Bukan hanya hari ini, tetapi seterusnya, selamanya.

Aku ingat, ketika kamu memberiku hembusan angin semangat yang samar namun menyejukkan. Tetapi,  hembusan semangat yang kamu beri kini tak ada lagi. Hidupku kering, gersang.


Pengorbanan yang aku buat kala itu, semata-mata bukan karena egoku, bukan karena emosiku. Tetapi ini yang terbaik, untuk kamu, untuk aku, dan untuk sahabatku.

Aku tahu benar, itu menyiksaku, tetapi semua akan lebih tercekat bila kamu tetap disini. Dan untuk Kesha, maaf sudah membuatmu terjebak dalam labirin kisahku ini...





(Mengukir Rasa, Special Edition ^-^)

Selasa, 03 Juli 2012

Di Mana Ada Pertemun, Di Situ Ada Perpisahan

Di mana ada pertemun, di situ ada perpisahan..

Aku pikir, kata itulah yang pantas menggambarkan keputus asaanku kini. Aku selalu berpikir, mengapa tuhan membuatnya seperti itu? Mengapa harus ada orang baru? 
Aku tahu, itulah hidup. Namun, aku benci dengan perpisahan, perpisahan yang datang dengan tiba-tiba dan membuatku bahkan tak sempat mengucapkan salam perpisahan untuknya. Aku merasa bersalah. Selama aku mengisi kesehariannya, aku belum mampu memberi warna indah dalam hidupnya. Hingga hari perpisahan itu, aku tak tahu, apa yang harus aku lakukan. Aku ingin mengulang semuanya dari awal. Membuat perubahan di antara kami. 
Dan pertemuan, selalu menyiratkan kesangsian pada diriku. Aku takut, ragu, bila orang baru justru tak membuatku maju. Aku takut bila orang baru justru menyurutkan semangatku, mengubur hidupku. 

Semoga saja, orang baru itu, adalah orang yang mampu membimbingku lebih dari sebelumnya. Hingga aku tak lagi menyesal bila ada perpisahan lagi kelak.

I am Gone for You

Kamu menjatuhiku dengan dua macam pilihan. Memendam semuanya, dengan konsekuensi, aku harus terus tergenang dalam kubangan ketidakpastian ini. Pilihan kedua, aku harus mengungkapnnya, mengatakan rasa yang lama tersimpan padamu. Tetapi, aku tidak mampu untuk itu. Aku teramat takut kamu akan pergi meninggalkanku.
Aku hanya ingin berkata sejujurnya padamu, tanpa perlu takut kamu pergi dari hidupku, karena mungkin akulah yang akan pergi dari hidupmu. "Tolong kali ini, ijinkan aku yang pergi dari hidupmu. Jangan kamu yang pergi dari hidupku dan tinggalkan aku, karena itu rasanya sakit buatku.. Aku nggak tahu rasa apa yang sekarang ada di hatiku. Tapi aku cuma bisa ucapin terima kasih ke kamu, karena kamu udah ijinin aku merasakan perasaan ini . Maafin aku. Karena buatmu terganggu."

Dan itulah jalan yang akan kutempuh. Melupakanmu dengan cara berlari menjauhimu, meninggalkan kamu. Bukan kamu yang pergi, bukan kamu yang menghindar. Biarkan aku.. tolong, kali ini ijinkan aku... menghindar darimu, menghapus jejak namamu..

Kamis, 10 Mei 2012

Confused

Lagi.. lagi.. dan lagi...
Ingatan kelam itu bertandang lagi, mengisi, memenuhi semua relung hati yang selangkah lagi hendak menapaki puncak semangat. Tetapi, ketakutan itu nampaknya tak akan pernah surut membanjiri jiwa dan nurani ini.
Langkah bulat yang semula aku canangkan, kini berubah menjadi keraguan untuk melangkah.
Apa yang bisa dan harus ku lakukan? diam dan bungkam?
Ahhh.. ada apa denganku?!
Apa ini yang disebut maju? Ingat! aku punya janji pada diri dan semua, dan aku juga sudah berjanji pada sang waktu untuk membelenggunya..
...................................................
to be continued...

Sabtu, 21 April 2012

Pilu?

Pilu?

Semua memang terlambat, begitu terlambat, hingga aku baru menyadari perihnya seperti ini.
Semua yang kulakukan terasa begitu hampa dan tak berguna. semua senyum itu... sudah pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun padaku. meninggalkanku tersudut bersama sisi diriku yang hampir lenyap. aku.. bahkan tak pernah mengerti siapa aku ini dan untuk apa aku tetap berdiri disini. meski aku merintih, menangis tiada henti, tak akan pernah ada yang ingin menyeka bulir yang mengalir di sela pipiku. meski dunia ini hampir banjir, digenangi air mata pilu dariku, tak akan ada seorang pun yang kan menghentikan tangisku. 
Aku? siapa aku? orang yang hebat? Ahh..
Aku yang dulu? aku yang sekarang?
kali ini aku benar tersadar dari tidur panjang, bahwa sudah saatnya aku melangkah. meniti jalan baru yang terang benderang, dengan lebih dalam menatap ke depan dan bukan lagi ke belakang. aku tak butuh lagi senyum itu, yang aku butuh hanya tiupan semangat dari hatimu, walau tak dibibirmu, hanya di hatimu, aku sudah sangat kokoh, begitu kokoh dan terlalu kokoh untuk bisa tetap berdiri. 
meski semua ini terlambat, aku janji, aku akan menjadi diriku yang lebih berarti di matamu.dan di mata seluruh orang yang pernah memandangku sebelah mata. aku akan memberikanmu senyumku, meski kau tak pernah membalas senyum itu, jika aku kelak berevolusi menjadi orang yang kau mau. Tunggu aku. Tutup matamu, buka lebar pendengaranmu, maka kau akan mendengar teriakan semangat dalam hatiku yang bergejolak. Kau tahu, waktu pasti terus berjalan, begitu pula darahku yang akan terus mengalir. seiring dengan semua itu, kau akan tercengang mengenal diriku yang baru, meski dulu kau bahkan tak pernah tahu siapa aku dan untuk apa aku menngganggu harimu. Esok, aku akan bertandang ke hidupmu bukan sebagai pengganggu, tapi sebagai pelangi yang mengisi harimu...

Dont give up to face the day.. yeah,  although you dont know who am i, one day, you will be shock with MY NEW LIFE..  

^_^ aku tak pernah menyesal kau pernah datang di hidupku, karena sesungguhnya semua itu membuatku tersadar bahwa hidup itu terlalu berharga untuk diratapi.. Thank you and I am sorry..
 

Template by Best Web Hosting