Tampilkan postingan dengan label Thank God. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thank God. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

Petikan Hujan

Pulang sekolah, sang cakrawala telah beriring kelabu dengan gurat kelam tanpa adanya biru. Entah di mana dan kemana sang mentari pergi, hingga di atas sana tak ada secercah cahaya pun yang terpancar. Mungkinkah mentari hanya lelah karena semua manusia mecercanya dengan kata penuh amarah. Karena mentari selalu menyiratkan panas yang membuat semua keluhan itu muncul. 
Kini, hujan telah datang. Menggantikan senyuman cemerlang dari mentari dengan titik-titik embun yang menggantung di sudut dedaunan. Kau dapat mendengar melodi rintih yang mengingatkanmu pada perih. Pada situasi di mana kamu pernah merasa sendiri. Dan itulah yang dilakukan hujan.
Hujan seolah membawa pesan dari langit padamu. Menyuruhmu mengungkit kembali memori-memori pedih. Hujan menyeretmu kembali ke masa dirimu dulu. 
Ketika hujan datang, dengarkan mereka menyebut asmamu. Rasakan mereka tengah berusaha menggapai duniamu. 
Bahwa hujan hanya ingin mendendangkan nyanyiannya dalam bentuk petikan hujan. Melodi tak pasti yang menyiratkan arti. Arti yang hanya kamu dan hujan itu sendiri yang mengetahui...

Senin, 18 Juni 2012

Again, Write now is My Breath ^-^ (LOMBA TUPPERWARE)

Tanggal 14-16 Juni 2012 lalu, hari yang tak pernah terlupakan kembali datang. Hari itu, di Jakarta, saya kembali menerima sebuah penghargaan menulis cerpen tingkat Nasional yang diadakan oleh Tupperware Indonesia. Sungguh, meski saya hanya dinobatkan sebagai juara Khusus, saya sangat amat bangga, karena sesuatu yang baru sudah saya dapatkan. Terlebih, saya juga mendapat workshop langsung dari penulis ulung seperti Helvy Tiana Rosa. Sesuatu yang amat mahal, yang Bunda Helvy sampaikan adalah, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."


Semoga, hal yang sudah saya dapat ini tidak membuat saya cepat puas dan dibuai akan hal tersebut. Dan semoga, kelak, saya bisa terus berprestasi serta bisa menjadi penulis seperti Helvy Tiana Rosa.. bahkan lebih..
Amin



Minggu, 01 April 2012

Write now is my Breath (LOMBA CERIS NASIONAL)

Hari itu, tepat di bulan Agustus tahun 2011, hari,bulan, dan tahun yang tak akan pernah aku lupakan. Hari di mana aku dinobatkan sebagai pemenang lomba MENULIS NOVEL CERIS TINGKAT NASIONAL. Untuk kali pertama, aku bisa menginjakkan kaki ke Jakarta dengan jerih payahku selama ini. Tak sia-sia semua usaha dan doa yang aku panjatkan, juga semua dukungan kedua orang tua yang tak surutnya menghujani keputusasaanku bila merasa itu semua tak mungkin.
Ada satu kalimat yang selalu saya ingat, Noorca M Massardi berkata, "Bakat hanya menentukan tak sampai dua puluh persen dari kesuksesan seseorang, namun ketekunan dan keinginan yang penuhlah kunci dari semuanya."
 aku sangat amat bersyukur bisa bertemu orang-orang yang satu tujuan denganku. Dengan begitu, aku memiliki satu motivasi lebih untuk terus berkarya.



Mulai hari itu, aku jadi lebih semangat menulis. Mulai detik itu, aku sadar, bahwa menulis, adalah diriku, jiwaku,  nafasku...


 

Template by Best Web Hosting