Selasa, 08 Mei 2012

Esok harus lebih indah

Esok masih ada. Harusnya...
Esok kan cerah. Inginnya..
Esok lebih indah. Seandainya..

Aku.. berdiri di sini, bersama bayangan dan sudut hatiku yang tinggal setengah. Berharap, esok mentari menatapku, dan menuntunku riang dalam balutan kebahagiaan yang tiada tara. Aku, terutama kakiku, masih tegap dan kuat menopang tubuh lunglai ini. tetapi tidak dengan hatiku, nuraniku.
Hatiku telah rapuh dan lapuk, karena terlalu banyak tamparan-tamparan yang membuatku tak lagi sanggup berlari, bahkan sekadar berdiri.



Aku... ingin berlari, meraih, dan bukan meratapi..

Pelangi..

Hahaha... aku tertawa..
hua..hua..hua.. aku menangis ria.
Hiks..hiks..hiks.. aku berderai miris.


Hidup bak pelangi, me-ji-ku-hi-bi-ni-u, yang selalu melingkari diriku tatkala hujan dan topan itu mereda. Aku bumi, dan langit tempatku bernaung. Semua hal akan hidupku, semua hal tentang diriku, semua tumpah menjadi satu dalam pelangi. Diriku bumi, yang kadangkala diselimuti awan mendung. Diriku bumi, yang seringkali disinari pijar terang dari sang mentari. Diriku bumi, yang tak jarang ditutupi gelap malam tanpa bintang.
Hidup.. bukan hanya mengejar ingin, tetapi juga menggenggam sesuatu yang pada akhirnya kita sebut pelangi. ya, itulah, sebanyak apa kita jatuh tersandung dan bangkit kembali dalam situasi terhimpit itu, dalam sesuatu yang mereka sebut cobaan.
Tetapi, tentu, dibalik banyaknya, dibalik melimpahnya cobaan itu menghunjam hidup, maka semua itu akan nampak indah pada waktunya, pada akhirnya.

-'hidup itu memang tidak adil, jadi biasakanlah dirimu'-spongebob n patrick

Senin, 07 Mei 2012

Biar Waktu yang Menjawab

Aku lelah.. cukup lelah untuk tetap terdiam dan menarik napas panjang. Kalau saja, waktu bisa ku putar kembali, semenit saja, aku sungguh sangat bersyukur. Sang waktu begitu kejam, menikam dan membelenggu inginku. Menjadikanku tak lebih dari seonggok sampah tak bertuan. Aku... hanya ingin, waktu yang berpihak padaku, karena aku lelah diselimuti bayang waktu yang menuntutku untuk tetap berlari. Aku tahu, dalam hidup harus selalu dan selalu ada perubahan menuju arah yang lebih baik. Namun keadaan tak meyakinkan, meski begitu waktu tetap berjalan. Aku hanya ingin waktu berhenti sesaat, dan aku bisa mengoreksi diriku, mencoba mengubah semua hal buruk dalam diriku, mengusir semua sel-sel pengganggu dalam darahku, dalam nadiku, dan tatkala waktu kembali berjalan ia mendapati diriku yang baru.
Sang waktu tak selamanya kejam. Adakalanya, aku menanti waktu untuk lebih cepat melaju. Sesekali aku juga berharap agar aku segera meninggalkan waktu yang tak berarti ini. Namun, setiap kali aku sadar, bahwa waktu, secepat apa pun dia berlalu, dia akan selalu menentukan, siapa kamu dan untuk apa dirimu.
Karena itu, entah, bagaimana caranya aku bisa tetap menggenggam waktu dan mengendalikannya. Aku hanya... belum mengerti, mengapa harus ada waktu yang mengendalikan ku bak robot. Aku ingin, agar akulah yang mengendalikan waktu, bukan sebaliknya. Tetapi, nyatanya aku belum mampu untuk itu. Dan kini satu tekadku kembali tumbuh dan menjalar hingga sampai di bilik-bilik hatiku. Aku... pasti akan menggenggam waktu, mengendalikannya sesuka hati, dan aku, tak kan lagi menyiakan waktu. Selama napasku masih tersisa, selama jiwa ini masih ada, dan selama detak jantung ini terus berpacu, aku akan menaklukkannya, menaklukkan semua hal yang aku ingin, dan menunggu waktu untuk segera menjawab...

-Biar waktu yang kan menjawab. Aku hanya punya segenggam usaha dan sejuntai doa, hanya itu saja..

Minggu, 06 Mei 2012

Selama Mimpi masih gratis

Mimpi... Hhhh...
Aku pernah bermimpi, sering bermimpi, dan akan terus bermimpi..
Aku mengerti, bermimpi memang mudah, tetapi tidak dengan menjadikannya nyata. Susah dan lelah dikala aku melangkah, membuat segala semangat itu musnah bak diterjang api membara, yang tersisa hanya abu lembut yang tak berguna.
Mimpi memang membuat mataku terbuka, membuat hatiku lebih tulus menerima apa pun yang mendera. Kali ini, mimpi membuatku diriku nyaris lenyap. Karna mimpilah, aku kehilangan diriku, karena mimpilah aku kehilangan percaya diriku.
Namun, selang berapa lama kuhabiskan di bawah naungan rasa menyerah dan pasrah, aku rasa bukan ini yang menjadikanku lebih baik. Sungguh, aku sudah tertinggal jauh dengan mereka, yang sebelumnya jauh berada di belakangku.
Satu hal yang bisa ku petik. selama bermimpi itu masih gratis, tak ada salahnya untuk terus bermimpi. Aku... meski aku berulang kali terjatuh dan terjerembab dalam kelamnya kehidupan, aku akan terus bangkit, menatap awan dan bahkan menatap teriknya mentari. Aku.. disini, tak kan pernah berhenti, Aku... disini tak akan mau mengakhiri, mimpi.. kan selalu terpatri dalam hati.. selalu, selamanya..




 

Template by Best Web Hosting